Ibu-Ayah, Kompak Berbagi Tugas


Kesibukan di kantor kadangkala begitu menyita waktu, sehingga Anda tersendat menjalani peran dan tanggung jawab sebagai ibu dan istri di rumah. Alangkah baiknya jika Anda dapat berbagi tugas dengan suami dalam urusan pengasuhan anak dan rumah tangga.

Sebagai ibu bekerja, Anda tentu memiliki tanggung jawab dan peran ganda, yang tidak dimiliki ibu yang tidak bekerja. Walaupun bekerja di kantor, Anda tetap dituntut mampu menjalankan peran sebagai seorang ibu yang mampu mendidik anak dan mengatur rumah tangga.

Bila keadaan membuat Anda tak bisa memenuhi berbagai tugas yang berhubungan dengan pengasuhan anak dan mengurus rumah tanga, rasanya Anda tak perlu sungkan untuk meminta bantuan suami dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab di rumah.

Untuk itu, Anda berdua perlu bersama-sama mengkomunikasikan pembagian tugas dan tanggung jawab ini, sehingga diperoleh suatu kerja sama yang baik dalam melaksanakan peran Anda berdua sebagai orang tua.

Berbagi tanggung jawab

Bagi pasangan bekerja, pembagian tugas antara suami dan istri merupakan hal penting. Peran Anda dan suami untuk dapat berbagi tanggung jawab sangat diperlukan dalam membangun keluarga.

Misalnya saja, saat Anda maupun suami sama-sama memiliki kesibukan yang begitu padat di kantor sehingga tak dapat ditinggalkan, namun di saat itu pula si kecil sakit; apa yang harus dilakukan?

Tentu saja di saat seperti itu, baik Anda maupun suami harus melihat kembali seberapa penting kegiatan yang harus Anda berdua lakukan di kantor, dan juga memperhitungkan keadaan si kecil yang membutuhkan kehadiran dan bantuan orang tuanya. Di saat seperti ini, kondisi anak yang tengah memerlukan pertolongan medis tampaknya tak bisa menunggu Anda dan pasangan menyelesaikan pekerjaan di kantor terlebih dahulu. Dengan demikian, mau tak mau, salah satu dari Anda harus ada yang mengalah meninggalkan kesibukan di kantor demi si buah hati.

Bila Anda dan suami dapat mengkomunikasikan hal tersebut dengan baik maka pembagian tugas akan lebih mudah dilakukan ketimbang pasangan suami istri yang sulit mengkomunikasikan pembagian tanggung jawab ini. Ini karena dalam kehidupan rumah tangga sehari-hari, pembagian tanggung jawab mengenai urusan rumah tangga perlu Anda negosiasikan dengan suami. Dengan begitu, di antara Anda berdua ada kesepakatan dan jalinan kerja sama yang baik dalam menangani peran dan tanggung jawab rumah tangga.

Berdampak positif

Adanya pembagian tanggung jawab pengasuhan anak dan mengurus rumah tangga antara Anda dan suami, berdampak positif bagi si kecil. Dengan keterlibatan suami dalam mengurus dan mengasuh si kecil maka akan tercipta pula hubungan yang erat dan hangat antara ayah dan anak. Hal ini akan membawa pengaruh yang baik pula bagi proses tumbuh kembang buah hati Anda.

Ini terungkap dalam makalah berjudul Changing Patterns of Work and Family Roles, yang ditulis oleh Joseph H. Pleck . Menurut Pleck, keterlibatan ayah dan ibu yang bersama-sama mengasuh buah hatinya akan membuat pertumbuhan dan perkembangan anak semakin sehat. Masih menurut Joseph, pengasuhan juga lebih seimbang bila pekerjaan kedua orang tua berada pada tingkat yang sejajar. Oleh karena itu, sebetulnya, keberadaan ibu di dunia kerja bukan alasan rendahnya kualitas pengasuhan ibu.

Pembagian tanggung jawab bersama ini akan berhasil tidak saja oleh komunikasi dan kesepakatan Anda berdua, tetapi juga bergantung pada beberapa hal, semisal sikap setuju dan sikap mendukung yang suami tunjukkan pada ibu yang bekerja, sikap dan fleksibilitas tempat kerja Anda berdua, dan sistem pendukung semisal pengasuh anak, nenek, kakek, atau kerabat yang Anda libatkan dalam pengasuhan si kecil.

Cherry Riadi Lukman

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar