8 Rumus Meraih Hubungan Sehat

MEMPERTAHANKAN hubungan rumah tangga yang sudah lama dibina atau baru saja berjalan ternyata tidak mudah. Setiap pasangan dituntut saling memercayai dan mencintai dengan tulus. Sulitkah?

Menurut Health24, segala masalah bisa diatasi dengan baik asal ada komunikasi di antara masing-masing pasangan. Kalau komunikasi tidak berjalan, maka hubungan dalam sekejap bisa hancur berantakan.

Seperti apakah hubungan yang sehat? Ini dia jawabannya:

Memberikan ruang kepada pasangan Anda

Kedua pasangan harus bisa memberikan ruang kepada pasangannya masing-masing untuk melakukan segala aktivitas yang baik. Pun begitu, mereka berdua tetap harus mempunyai batasan dalam beraktivitas agar tidak ada pasangan yang tersakiti. Biarkan pasangan Anda berkembang dan berikan dukungan agar bisa maju dalam setiap hal yang dia geluti.

Menghabiskan waktu bersama

Anda ataupun pasangan mungkin saja sibuk dengan pekerjaan, namun hal ini bukanlah suatu alasan yang bisa menjadikan Anda berdua tidak bisa menghabiskan waktu bersama. Anda berdua sebaiknya mengatur waktu untuk merayakan momen yang indah bersama pasangan tercinta.

Sensasi humor

Hubungan rumah tangga tidak seharusnya dilakukan secara monoton dan kaku. Anda harus mempunyai rasa humor yang membuat pasangan bahagia. Banyak yang percaya hubungan yang dijalani dengan perasaan senang dan diselingi senyuman, maka kedua pasangan akan selalu terlihat muda.

Dengarkan keluhan pasangan Anda

Permasalahan rumah tangga memang selalu datang setiap hari. Namun sebagai pasangan yang baik, Anda harus memberikan kedua telinga Anda untuk medengarkan keluh kesah pasangan Anda. Biarkan pasangan Anda menceritakan segala problema yang tengah dihadapai dan Anda bisa memberikan masukan yang baik untuk kebaikan dia dan Anda sendiri.

Bisa mengatasi setiap masalah dengan baik

Setiap pasangan suami istri tidak selamanya mempunyai pendapat yang sama. Mereka pasti mempunyai pendapat yang berbeda-beda, yang bisa memicu konflik hebat. Oleh karena itu, masalah yang tengah Anda berdua hadapi harus diselesaikan dengan solusi yang benar dan tidak merugikan salah satu pihak.

Saling menghargai

Setiap pasangan harus menerapkan sikap saling menghargai, agar hubungan yang telah lama dibina berjalan dengan baik dan sehat.

Menjalani kehidupan seks dengan baik

Seks juga sangat berpengaruh dalam kehidupan rumah tangga Anda berdua. Tanpa hubungan intim, pasti hubungan Anda berdua ada yang kurang. Biasanya, semakin lama bersama pasangan, maka Anda berdua pun semakin ahli berhubungan intim dan mempunyai banyak referensi gaya bercinta yang membuat Anda dan pasangan tidak bosan menjalani kehidupan rumah tangga.

Mengelola keuangan bersama

Berbagai aspek sangat memengaruhi hubungan Anda bersama pasangan menjadi lebih sehat, salah satunya masalah finansial. Sebaiknya masalah finansial dapat dikelola bersama dan tanpa harus ada pertengkaran hebat.

Sudahkah Anda menerapkan delapan tips menggapai hubungan sehat?
(tty-oz)

Hubungan Sehat Selalu Beri Ruang Perdebatan

BANYAK pasangan menilai kasus perselingkuhan berawal dari kurang harmonisnya masalah ranjang. Padahal, dari sejumlah riset, pemicu selingkuh lebih didominasi karena faktor komunikasi.

Dokter sekaligus presenter TV Sonia Wibisono menjelaskan, riset menunjukkan ketidakpuasan seks bukanlah pencetus utama terjadinya perselingkuhan, melainkan ketidakpuasan di bidang lain yaitu hubungan komunikasi antara suami istri.

Di zaman ini, perselingkuhan di mata masyarakat menjadi hal yang biasa saja. Hal tersebut bisa dilihat dari perselingkuhan yang dilakukan sudah tidak rahasia lagi alias terang-terangan. Bahkan, ada suatu perkumpulan yang dibuat bagi para orang-orang yang berselingkuh, di mana kegiatan rutinitas yang mereka lakukan adalah olahraga bersama, arisan, sampai pada mengadakan private party.

"Perselingkuhan juga banyak yang dimulai dari iseng. Ini adalah kesalahan hidup yang sebenarnya dapat dihindari apabila seseorang memegang teguh nilai keagamaan dan disiplin terhadap diri sendiri," ucap dokter yang juga mantan finalis Abang None tahun 2000 ini.

Hal senada juga dikatakan Ratih, psikolog yang praktik di Klinik Personal Growth, Jakarta Barat.
Dia menuturkan, ketidakpuasan hubungan seksual bisa menjadi penyebab perselingkuhan, tetapi tidak semua perselingkuhan mengatasnamakan hal tersebut sebagai penyebab utama. "Harapan yang tidak terpenuhi terhadap pasangan, kebutuhan akan perhatian dan kasih sayang, perasaan jenuh, ketidak beradaan pasangan saat dibutuhkan, dan masalah pribadi pasangan, juga dapat menjadi penyebab perselingkuhan," ujar alumnus Universitas Indonesia ini.

Ratih mengatakan, perselingkuhan dapat dicegah dengan menempatkan perkawinan sebagai sebuah komitmen, tanggung jawab yang sakral sehingga kesetiaan menjadi syarat utama yang penting dijaga. "Ingat, perkawinan merupakan sebuah komitmen. Memang tidak ada batasan, apakah wanita atau pria yang lebih sering melakukan selingkuh. Pendek kata, peluang untuk berselingkuh bagi laki-laki dan perempuan relatif sama," katanya.

Komunikasi yang mesra dalam segala hal antara pasangan suami istri menjadi kunci yang harus dipegang oleh keduanya. Komunikasi di sini tidak hanya sebatas berbicara, juga bagaimana belajar berbagi, saling mendengarkan dengan hati, dan saling memahami perasaan pasangan.
(sindo//oz)